You are currently viewing STRESS KARENA COVID-19 DAPAT MENURUNKAN DAYA TAHAN TUBUH

STRESS KARENA COVID-19 DAPAT MENURUNKAN DAYA TAHAN TUBUH

Oleh: Ramli A Bidullah

Dosen Promosi Kesehatan di Fakultas Kesehatan Masyarakat

Universitas Tompotika Luwuk Banggai

DI’S MIND…

Pandemi Corona Virus yang sekarang ini yang terjadi disebagian besar negara di seluruh dunia tanpa terkecuali di Negera kita Indonesia. Kita semua sudah banyak mendapatkan berbagai informasi dari berbagai media terkait COvid-19 ini mulai informasi yang sederhana sampai yang kompleks. Ada beberapa hal yang saya mau sampaikan terkait dengan kecemasan atau kepanikan yang sama-sama kita bisa lihat di tengah-tengah masyarakat apalagi masyarakat masyarakat yang belum banyak mendapatkan informasi tersebut tentang bagaimana cara pencegahan dan sebagainya. Kecemasan yang berlebihan akan memicu perilaku-perilaku abnormal yang terkait dengan kecemasan dari Covid-19 dan kini sudah banyak mengganggu psikologis masyarakat sehingga masyarakat banyak yang melakukan perilaku yang diluar kebiasaannya yang negatif  tentunya seperti menimbun masker untuk dijual dengan harga yang tinggi, harga-harga barang seperti sembako tidak terkontrol lagi dan perilaku tidak normal secara social dan sebagainya.

Bagian yang paling penting yang harus kita perhatikan adalah kecemasan akibat Covid-19 ini akan memicu reaksi psikologi yang dilanjutkan dengan reaksi biologis seperti memicu hormon dan mengganggu kestabilan emosi kita. Hal itu sangat berpengaruh pada sistem imun kita, penyebaran Covid-19 sangat berhubungan dengan daya tahan tubuh kita atau imunitas kita. Imunitas yang kurang baik dapat membuat orang mudah tertular dan bahkan menyebabkan gejala bahkan paling fatal adalah kematian karena sistem imun kita tidak mampu untuk melawan virus tersebut. Kita semua sudah dapatkan tentang informasi bagaimana mekanisme virus itu masuk ke dalam tubuh kita kemudian dan mekanisme perlawanan tubuh terhadap sesuatu benda asing khususnya pada virus ini, virus itu akan dilawan oleh sistem imunitas tubuh kita yang secara alami diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan sedemikian rupa agar hal-hal yang seperti virus ini dilawan oleh tubuh melalui system imun. kita mungkin sudah melihat ada beberapa media yang menyiarkan atau memberitakan tentang seorang ahli virus yang banyak berkecimpung dengan dunia virus menyatakan bahwa sebenarnya virus ini sudah lama mungkin yang baru ini virus corona yang bermutasi gen dan sebagainya. Virus ini yang paling parah adalah virus ini kecepatan untuk menularkan yang sangat sangat cepat, meskipun orang yang tidak menimbulkan gejala itu sudah mampu menularkan kepada orang lain.

Hal menarik terkait dengan stress atau kepanikan maupun kecemasan akibar Covid-19 ini akan mempengaruhi sistem Imunitas atau daya tahan tubuh kita, ada pepatah Jepang mengatakan bahwa penyakit dari pikiran kenapa bisa? karena ternyata sistem pengendalian tubuh kita ini ada semuanya dari sistem saraf pusat dan sangat berperan penting dalam mekanisme pertahanan tubuh kita dari gangguan Virus maupun bakteri. Ada sebuah teori yang disebut dengan teori PSIKONEUROIMUNOLOGI (Clancy, 1998), teori ini menjelaskan bagaimana kondisi psikologis atau kondisi mental sesorang sangat mempengaruhi naik turunnya daya tahan tubuh seseorang, Teori psikologi imunologi itu mengatakan Ketika seseorang stresnya berlebihan maka ada yang disebut dengan hormon kelenjar adrenalin ini akan keluar dan akan memicu yang namanya hormon kortisol, apa bahaya hormon kortisol? ini ternyata dalam teori psikologi imunologi adalah Hormon kortisol akan menekan sistem imun manusia ketika saat stress. Jika hormon kortisol ini meningkat ternyata akan menekan sistem imun kita yang terjadi secara alami, kita bisa membayangkan kalau sistem imun kita itu sudah turun karena kita stress dengan Covid-19 maka hormon kortisol meningkat otomatis akan mempengaruhi progresivitas penyakit, jadi virus yang masuk itu karena kita stres yang harusnya daya tahan tubuh kita sudah melakukan perlawanan dari tubuh kita misalnya kita bersin bersin itu tanda awal bagaimana tubuh kita merespon untuk mengeluarkan dan tidak menerima benda asing lanjut misalnya dari hidung masuk masuk ke dalam tenggorokan kita itu reaksi kita pada tubuh kita adalah batuk itu merupakan reaksi tubuh mengeluarkan benda asing yang masuk virus atau bakteri dan sebagainya, misalnya masuk ke dalam tubuh kita katakanlah lolos virus maka reaksi tubuh kita juga akan memberikan daya imunitas kita akan keluar yang ditandai orang merasa demam, itu merupakan proses alami untuk melawan dari virus atau bakteri dengan sendirinya. Kita semua dapat melihat beberapa informasi reaksi reaksi tubuh terhadap virus atau bakteri masuk pada virus nanti akan terbentuk antibodi seseorang kembali lagi.

Menjadi permasalahan adalah kepanikan kita yang berlebihan akan menimbulkan stress justru kita tidak kena covid-19 tetapi kita sudah punya penyakit penyerta, tiba-tiba karena informasi yang sangat berlebihan dan menjadikan kita stress dan sebagainya maka adrenalin kita akan naik dan mengeluarkan hormon kortisol yang otomatis menekan sistem imun kita atau daya tahan tubuh kita jadi menurun. Jadi kita tetap terus waspada itu wajib namun kepanikan/kecemasan atau stress kita harus mampu mengontrol diri kita, jangan sampai kita terlalu stres memikirkan covid-19 kemudian daya tahan tubuh kita turun dan mungkin kita tidak terkena covid-19 tapi ada beberapa penyakit lain yang masuk ke diri kita kemudian itu bisa masuk dan tidak bisa dikalahkan oleh daya tahan tubuh kita yang sudah menurun akibat kita stress. sekarang kita tidak boleh stres yang berlebihan.

Oleh karena itu mudah-mudahan cepat berakhir berakhir masalah ini dan kita bisa menjadikan perilaku kita menjadi berperilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS mencuci tangan dengan sabun, makan makanan yang bergizi dan seimbang, olahraga teratur, tidak merokok dan  menjaga kebersihan lingkungan sekitar serta perilaku kesehatan lainnya. Semoga kita mengambil pelajaran bahwa sesungguhnya sehat itu adalah hak kita dan jika itu Hak kita maka kita juga punya juga kewajiban untuk menjaga hak tersebut.

semoga informasi ini bisa bermanfaat, mohon maaf atas segala kekurangannya Terima kasih

Tinggalkan Balasan