You are currently viewing MENJADI AGEN PERUBAHAN SAAT MENGIKUTI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA 3 DI UNVERSITAS AIRLANGGA
Penyambutan Mahasiswa PMM Inbound Unair

MENJADI AGEN PERUBAHAN SAAT MENGIKUTI PERTUKARAN MAHASISWA MERDEKA 3 DI UNVERSITAS AIRLANGGA

FKM UNTIKA LUWUK – Namaku Putry Theresya Katoroi, aku mahasiswa outbound dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah. Aku sedang mencoba keluar dari zona nyaman dengan mencari pengalaman baru di luar kampus, aku ingin berkembang dan memperluas relasi demi mempersiapkan diri untuk terjun di dunia kerja nantinya.

Program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi yakni Kampus Merdeka sekarang ini sangatlah popular di ruang lingkup mahasiswa, karena begitu banyak program yang disediakan yang tujuannya menjadi wadah mahasiswa untuk mencari pengalaman sebanyak mungkin sebelum mereka terjun ke dunia kerja. Pertukaran mahasiswa merupakan salah satu program yang banyak digandrungi mahasiswa karena diberikan kesempatan belajar diluar kampus selama 1 semester, salah satunya diriku sendiri. Bagiku program ini membukakan peluang besar bagi seluruh mahasiswa untuk mencari pengalaman diluar kampus sebanyak-banyaknya guna untuk menjadi agen perubahan di masa yang akan datang.

Aku merupakan mahasiswa inbound di Universitas Airlangga (Unair). Tak hanya sebagai top 2 Indonesia, Unair juga merupakan salah satu Center Public Health di Indonesia yang dimana itulah alasanku memilihnya sebagai tujuanku untuk bertukar sementara. Saat hari pertama memulai perkuliahan di tempat yang masih sangat baru, terasa seperti aku kembali menjadi mahasiswa baru. Salah satu culture shock yang terasa saat awal perkuliahan yaitu perkembangan teknologi yang sangat maju di kampus Unair yang dimana mahasiswa melakukan presensi menggunakan scan bacrcode, dimana di kampus asalku masih melakukan presensi secara manual dengan menggunakan tanda tangan ataupun panggil nama yang dilakukan oleh dosen. Dari segi metode pembelajaran rasanya seperti belajar di kampus asal namun tetap ada sedikit ada perbedaan pembawaan dari setiap dosen mengajar maupun mahasiswanya sendiri pada saat perkuliahan.

Setelah 2 bulan menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran di Unair, begitu banyak suka duka yang ditemui. Mulai dari kesulitas beradaptasi dengan makanan saat awal datang dan tinggal di Surabaya, kesulitas dalam menghadapi tugas yang tidak biasanya ditemui di kampus asal, dan berbagai kesulitan lainnya. Namun tak begitu menyiksa karena disisi lain senang karena mulai bertemu banyak orang baru yang memiliki cerita dan pengalaman luar biasa yang berbeda-beda yang membuat motivasi bagi diriku untuk semakin semangat berkembang.

Oleh: Pusat Informasi FKM Untika Luwuk

Tinggalkan Balasan