Jl. Dewi Sartika No. 67 Luwuk, Kab. Banggai, SulTeng +62 822-6836-6062 fkm@fkm.untika.ac.id
Kembali ke Daftar Berita
Kegiatan Kemahasiswaan

FKM Untika Luwuk Gelar BToPH 2026, Siapkan Kader Kesehatan Masyarakat yang Kritis, Progresif, dan Berintegritas

26 September 2026 Admin FKM 2 dibaca
FKM Untika Luwuk Gelar BToPH 2026, Siapkan Kader Kesehatan Masyarakat yang Kritis, Progresif, dan Berintegritas

LUWUK – Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Tompotika (Untika) Luwuk terus memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi kesehatan masyarakat yang unggul, berkarakter, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Basic Training of Public Health (BToPH) 2026, sebagai sarana pengembangan kapasitas, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai organisasi dan kepemimpinan mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang memadai, tetapi juga mampu mengembangkan pola pikir kritis, sikap progresif, serta integritas dalam menjalankan tanggung jawab sebagai insan akademik dan calon tenaga kesehatan masyarakat.

BToPH merupakan bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan yang memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kedisiplinan, solidaritas, etika, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan kesehatan di tengah masyarakat.

Wakil Dekan III Bidang Kerjasama, Kemahasiswaan dan Alumni FKM Universitas Tompotika Luwuk, Dr. Bambang Dwicahya, SKM., M.Kes, menekankan pentingnya kegiatan pembinaan kemahasiswaan sebagai ruang pengembangan potensi dan pembentukan karakter calon sarjana kesehatan masyarakat.Menurutnya, proses pendidikan tinggi tidak cukup hanya menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu membangun sikap profesional, kemampuan kepemimpinan, serta kesadaran mahasiswa terhadap tanggung jawab sosial yang akan diemban setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam arah pembinaan tersebut, mahasiswa kesehatan masyarakat diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga berani berpikir kritis, memiliki kemampuan bekerja sama, menjunjung tinggi etika, dan mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan kesehatan.

BToPH diharapkan tidak sekadar dipandang sebagai agenda organisasi kemahasiswaan, melainkan sebagai proses pembelajaran yang memberikan pengalaman berharga dalam membangun kedewasaan berpikir, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta kesadaran akan pentingnya pengabdian kepada masyarakat. Penguatan karakter tersebut menjadi semakin relevan di tengah kompleksitas tantangan pembangunan kesehatan, mulai dari persoalan kesehatan lingkungan, perubahan iklim, penyakit menular dan tidak menular, permasalahan gizi, hingga kesenjangan akses pelayanan kesehatan. Berbagai tantangan tersebut membutuhkan calon tenaga kesehatan masyarakat yang mampu memahami permasalahan secara komprehensif, berpikir berdasarkan bukti ilmiah, dan mengembangkan pendekatan penyelesaian yang inovatif serta berkelanjutan.

Melalui kegiatan BToPH, mahasiswa diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa perannya tidak hanya terbatas pada aktivitas perkuliahan, tetapi juga sebagai bagian dari kelompok intelektual yang memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Selain penguatan kapasitas individu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan membangun budaya organisasi yang sehat, demokratis, serta bertanggung jawab. Kemampuan menghargai perbedaan, bekerja dalam tim, dan mengelola dinamika organisasi merupakan pengalaman penting yang dapat menjadi bekal mahasiswa ketika memasuki dunia profesional.

Dalam konteks pendidikan kesehatan masyarakat, kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kemampuan mengarahkan orang lain, tetapi juga dari kematangan dalam mengambil keputusan, kejujuran, kepekaan sosial, serta kesediaan untuk memberikan kontribusi bagi kepentingan bersama. Oleh karena itu, pembentukan karakter melalui BToPH diharapkan mampu menumbuhkan mahasiswa yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan tanggung jawab sosial. Ketiga aspek tersebut merupakan unsur penting dalam membangun profesionalisme serta memperkuat identitas mahasiswa sebagai calon penggerak pembangunan kesehatan.

Penyelenggaraan BToPH 2026 sekaligus mencerminkan perhatian FKM Untika Luwuk terhadap pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Pembinaan kemahasiswaan menjadi bagian yang saling melengkapi dengan proses pembelajaran akademik untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, berdaya saing, beretika, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, FKM Untika Luwuk berharap dapat terus melahirkan kader kesehatan masyarakat yang memiliki semangat kepemimpinan, kemampuan berpikir analitis, kepedulian sosial, serta keberanian menghadirkan inovasi dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai dan wilayah Sulawesi Tengah.

BToPH 2026 diharapkan menjadi langkah penting dalam membentuk generasi kesehatan masyarakat yang kritis dalam berpikir, progresif dalam berkarya, berintegritas dalam bertindak, serta memiliki komitmen kuat untuk mengabdi kepada masyarakat. Sebab, masa depan kesehatan masyarakat tidak hanya membutuhkan generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga pribadi yang berkarakter, memiliki kepedulian terhadap sesama, dan mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.

Bagikan berita ini: