113 Mahasiswa Baru FKM Untika Ikuti Kema Bakti 2026, Dekan Tekankan Belajar, Peduli dan Mengabdi
28 August 2026
Admin FKM
Sebanyak 113 peserta dari 143 mahasiswa baru Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika (FKM Untika Luwuk) mengikuti kegiatan Kema Bakti Mahasiswa Baru Tahun 2026, yang dilaksanakan pada 28–30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Mahasiswa Baru Menjadi Penggerak: Bersama Belajar, Peduli, dan Mengabdi untuk Masyarakat.”
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dekan FKM Untika Luwuk, Prof. Dr. Dra. Maria Kanan, M.Kes. Panduan Dalam sambutannya, ia menyampaikan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh peserta dapat hadir dalam keadaan sehat untuk mengikuti kegiatan Kema Bakti Mahasiswa Baru FKM Untika Luwuk Tahun 2026.
Atas nama pimpinan dan seluruh civitas akademika FKM Untika Luwuk, Prof. Maria menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kepada seluruh mahasiswa baru. “Hari ini, Saudara sekalian bukan hanya memasuki lingkungan pendidikan tinggi, tetapi juga memulai perjalanan baru untuk membentuk diri menjadi insan akademik yang berilmu, berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan Kema Bakti yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut memiliki makna yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, penguatan solidaritas, penanaman nilai kepemimpinan, serta pengenalan terhadap tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa kesehatan masyarakat. Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan peran mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat. Kata “Belajar”, kata dia, mengingatkan mahasiswa agar memiliki semangat untuk terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis. “Belajar di perguruan tinggi tidak hanya berarti memahami materi yang disampaikan di ruang kuliah, tetapi juga mampu membaca persoalan nyata, menganalisis penyebabnya, dan menawarkan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Selanjutnya, kata “Peduli” menegaskan bahwa ilmu kesehatan masyarakat harus disertai kepekaan sosial. Mahasiswa kesehatan masyarakat harus mampu melihat kondisi masyarakat di sekitarnya, mendengarkan kebutuhan mereka, serta memahami bahwa setiap persoalan kesehatan berkaitan erat dengan kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan.
Sementara kata “Mengabdi”, lanjutnya, menunjukkan bahwa ilmu yang diperoleh harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pendidikan tinggi bukan hanya jalan untuk memperoleh gelar, melainkan juga sarana untuk mempersiapkan diri agar mampu berkontribusi bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” katanya.
Prof. Maria menegaskan, mahasiswa kesehatan masyarakat harus hadir sebagai bagian dari solusi. Para mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak dalam membangun perilaku hidup sehat, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, mencegah penyakit, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong terciptanya kehidupan yang lebih sehat dan berkualitas.
Mahasiswa Harus Punya Hak dan Tanggung Jawab Kepada mahasiswa baru yang dibanggakannya, Prof. Maria menyampaikan bahwa mereka merupakan generasi penerus FKM Untika Luwuk. Karena itu, sejak awal perjalanan akademik, mahasiswa diminta menanamkan dalam diri bahwa menjadi mahasiswa membawa hak sekaligus tanggung jawab.
“Gunakan masa perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Bangun kebiasaan belajar yang disiplin, jaga etika dalam berkomunikasi, hormati dosen dan tenaga kependidikan, serta kembangkan hubungan yang baik dengan sesama mahasiswa,” pesannya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar menghindari sikap individualistis, karena banyak persoalan kesehatan masyarakat hanya dapat diselesaikan melalui kerja sama lintas ilmu, lintas profesi, dan lintas sektor. Melalui kegiatan Kema Bakti, ia berharap seluruh mahasiswa baru dapat saling mengenal, membangun kekompakan, serta memahami nilai-nilai yang menjadi identitas Fakultas Kesehatan Masyarakat.
“Jadikan perbedaan latar belakang, pengalaman, dan pandangan sebagai kekuatan untuk belajar bersama, bukan sebagai alasan untuk membatasi pergaulan atau menimbulkan perpecahan,” ujarnya. Tegaskan Kegiatan Harus Aman dan Bermartabat Dalam kesempatan tersebut, Prof. Maria juga menegaskan bahwa kegiatan Kema Bakti harus berlangsung dalam suasana yang mendidik, aman, tertib, dan bermartabat.
Ia menekankan tidak boleh ada tindakan perundungan, kekerasan fisik maupun verbal, penghinaan, diskriminasi, atau bentuk perlakuan lain yang merendahkan martabat peserta. “Setiap rangkaian kegiatan harus berorientasi pada pembelajaran, pembentukan karakter, kebersamaan, dan kepedulian,” tegasnya. Kepada seluruh peserta, ia meminta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, mematuhi arahan panitia dan pendamping, serta menjaga kesehatan, keselamatan, kebersihan, dan nama baik almamater. Mahasiswa juga diminta tidak hanya hadir secara fisik, tetapi terlibat aktif dalam setiap kegiatan untuk mengambil pelajaran, pengalaman, dan nilai positif sebagai bekal selama menjalani pendidikan di FKM Untika Luwuk.
Panitia Diminta Utamakan Keselamatan Peserta Kepada panitia dan para pendamping, Prof. Maria berpesan agar seluruh kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana dan ketentuan yang berlaku. “Pastikan keselamatan dan kenyamanan peserta menjadi perhatian utama. Bangun komunikasi yang baik, lakukan pengawasan secara bertanggung jawab, dan segera mengambil langkah yang tepat apabila muncul kendala selama pelaksanaan kegiatan,” pesannya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh panitia serta semua pihak yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pemikiran sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan Kema Bakti yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 dapat berjalan lancar, aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta. Dari Mahasiswa Baru Menjadi Penggerak Kepada 143 mahasiswa baru, Prof. Maria berharap Kema Bakti menjadi langkah awal untuk bertransformasi, dari mahasiswa baru yang masih beradaptasi menjadi mahasiswa yang aktif, percaya diri, berintegritas, dan mampu menggerakkan perubahan.
“Jadilah mahasiswa yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki empati. Jadilah mahasiswa yang tidak hanya mampu berbicara tentang persoalan masyarakat, tetapi juga bersedia turun tangan dan mengambil bagian dalam penyelesaiannya,” pesannya. Ia mengajak mahasiswa untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana, dilakukan secara konsisten dan bersama-sama. “Belajarlah dengan tekun, pedulilah dengan tulus, dan mengabdilah dengan penuh tanggung jawab,” katanya.
Menurutnya, dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Untika Luwuk diharapkan lahir generasi penggerak yang mampu berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Banggai dan Sulawesi Tengah. Mengakhiri sambutannya, Prof. Maria dengan mengucapkan puji syukur serta memohon pertolongan dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa secara resmi membuka kegiatan Kema Bakti Mahasiswa Baru FKM Untika Luwuk Tahun 2026 yang dilaksanakan pada 28–30 Agustus 2026.
“Selamat mengikuti kegiatan. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik dalam perjalanan Saudara sebagai mahasiswa dan calon penggerak kesehatan masyarakat,” tutupnya. (*)
Link berita berhasil dicopy!